Lamongan – Universitas Islam Darul ’Ulum (Unisda) Lamongan menggelar Seminar Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2024. Seminar dengan tema *”Reaktualisasi Spirit Resolusi Jihad bagi Generasi Z”* ini berlangsung pada Senin, 4 November 2024, bertempat di Gedung Sabudga Unisda Lamongan. Acara ini digelar bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan mengundang para narasumber yang kompeten di bidangnya, dengan tujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan jiwa nasionalisme kepada generasi muda. Rektor Unisda, M. Hafidh Nasrullah, S.E., M.M., menyampaikan sambutan pembuka yang menegaskan pentingnya memahami sejarah pergerakan bangsa, terutama peran santri dalam kemerdekaan Indonesia. Dalam sambutannya, Rektor mengingatkan bahwa semangat resolusi jihad tetap relevan sebagai inspirasi untuk generasi muda, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. “Kami berharap para mahasiswa dapat menghayati makna resolusi jihad ini sebagai fondasi semangat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah era globalisasi,” ujarnya. Sebagai keynote speaker, K.H. Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jawa Timur, menggarisbawahi bahwa spirit resolusi jihad adalah perwujudan semangat juang santri dalam memperjuangkan kemerdekaan. Ia mengingatkan bahwa tantangan generasi Z saat ini adalah melawan radikalisme dan mempertahankan nilai-nilai kebinekaan serta Islam yang damai. Dalam pesannya, Ketua PWNU Jawa Timur mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan dengan mengedepankan cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif yang berbagi pandangan mengenai peran generasi muda dalam memperjuangkan nilai-nilai resolusi jihad. Dr. Elza Amelia Firsaus, dokter sekaligus selebgram, mengajak peserta untuk memanfaatkan teknologi digital secara positif. “Generasi Z memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi opini publik. Jadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin,” kata Elza dalam sesi pemaparannya. Narasumber kedua, Abdul Muhdi, M.H., anggota DPRD Jawa Timur, menyoroti pentingnya partisipasi generasi muda dalam membangun bangsa melalui jalur politik dan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa nilai resolusi jihad yang diperjuangkan para santri terdahulu perlu diteruskan dalam bentuk keterlibatan aktif di berbagai sektor pembangunan. “Partisipasi generasi muda dalam membangun bangsa ini merupakan bentuk baru dari resolusi jihad di era modern,” paparnya. Dr. KH. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M., anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Skill di Lumajang – Jember, memberikan perspektif mendalam mengenai peran pesantren dalam menyiapkan generasi muda yang berkompeten dan berkarakter kuat. “Pendidikan pesantren bukan hanya membentuk akhlak, tetapi juga melahirkan santri-santri yang siap mengabdi kepada bangsa,” tuturnya. Ia menekankan bahwa pengabdian bagi negeri adalah amanah yang harus dipikul oleh generasi santri modern. Seminar ini dipandu oleh moderator Siti Shoimah, S.AB., yang memfasilitasi diskusi antara narasumber dan peserta. Dalam sesi tanya jawab, para mahasiswa sangat antusias menyampaikan pendapat dan pertanyaan, yang menunjukkan minat tinggi dalam memahami lebih dalam tentang spirit resolusi jihad dan perannya di era digital ini. Kegiatan ini diakhiri dengan harapan bahwa semangat resolusi jihad dapat terus diwariskan kepada generasi Z, sehingga mereka mampu menjadi garda terdepan dalam membela dan menjaga keutuhan NKRI. Seminar ini sekaligus menjadi momentum bagi para peserta untuk merenungi kembali peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa serta bagaimana peran tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

