UNISDA Lamongan: Assistance In Preparing Financial Reports For Kelulut Honey Farmers in Alor Gajah Malaka

Pada tanggal 12 Juni 2024, Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan kembali mengukir prestasi di kancah internasional melalui partisipasinya dalam *Melaka International Community Service 2024*. Kegiatan ini berfokus pada program pemberdayaan petani madu kelulut di Alor Gajah, Melaka, Malaysia, dengan topik “Assistance in Preparing Financial Reports for Kelulut Honey Farmers.” Kegiatan ini diinisiasi oleh Isnaini Anniswati Rosyida, S.E., M.Ak., M.Pd, seorang dosen Fakultas Ekonomi UNISDA yang berkompeten di bidang akuntansi dan pendidikan keuangan. Dalam program ini, Isnaini memberikan pelatihan bagi para petani madu kelulut untuk menyusun laporan keuangan yang lebih rapi dan akurat, agar dapat membantu meningkatkan pengelolaan usaha mereka secara lebih profesional. Penyusunan laporan keuangan yang efektif sangat penting, khususnya bagi usaha kecil menengah, karena membantu pemilik usaha memahami aliran keuangan, menilai profitabilitas, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat. Isnaini menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci utama bagi para petani madu dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan. “Kami ingin membantu para petani melihat bisnis mereka dengan perspektif yang lebih strategis, bukan hanya sebagai pekerjaan sehari-hari, tetapi juga sebagai usaha yang dapat tumbuh dan berkembang,” ujar Isnaini. Selain memberikan teori dasar akuntansi, Isnaini juga membimbing peserta dalam membuat laporan laba rugi dan neraca sederhana yang sesuai dengan praktik usaha mereka. Tak hanya itu, sesi praktek langsung dalam menyusun laporan keuangan ini sangat membantu petani memahami pentingnya pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan estimasi keuntungan. Isnaini juga menyarankan cara-cara agar petani dapat memperkirakan kebutuhan operasional di masa mendatang, yang akan membuat mereka lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Kegiatan *Community Service* ini bukan hanya membawa dampak positif bagi para petani madu di Melaka, tetapi juga mempererat hubungan kerja sama antara UNISDA dan komunitas petani lokal di Melaka, Malaysia. Isnaini menekankan bahwa pelatihan ini akan memberikan efek jangka panjang dengan menjadikan para petani lebih percaya diri dalam mengelola usaha mereka serta meningkatkan kepercayaan konsumen dan pemangku kepentingan lain terhadap bisnis madu kelulut yang dijalankan. Dalam sambutan akhir, Isnaini mengungkapkan harapannya bahwa melalui pelatihan ini, para petani madu kelulut akan semakin terampil dalam menyusun laporan keuangan, sehingga dapat meningkatkan skala produksi dan kualitas pemasaran mereka di tingkat lokal maupun internasional. Dengan adanya kegiatan seperti ini, UNISDA berharap bisa terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membantu usaha kecil menengah agar lebih berkembang dan memiliki daya saing tinggi di era globalisasi. *Melaka International Community Service 2024* ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen UNISDA dalam mendukung perkembangan usaha kecil dengan pendekatan yang berkelanjutan dan profesional. Diharapkan, melalui sinergi yang terjalin ini, akan muncul berbagai peluang baru bagi kedua negara dalam bidang ekonomi dan pendidikan masyarakat.

Berita Terkait

Translate »