Hal itu disampaikan oleh Erna Mastiningrum sekretaris Lembaga Pendidikan Islam dan Sosial (LPIS) Darul Ulum, dalam Launching dan Seminar Nasional Pusat Studi Wanita (PSW), yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Darul Ulum, tdi Gedung Sabudga Universitas Islam Darul Ulum (Unisda), Rabu (17/1/2024).
Seminar yang mengambil tema “Optimalisasi Kiprah Wanita Menuju SDG’s 2030” Erna menyoroti keterwakilan perempuan dalam pemilu 2019 di DPR RI yang masih rendah serta tantangan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Lamongan.
“Kita harus terus dorong perempuan untuk selalu terlibat dalam kebijakan, salah satunya harus bisa duduk di parlemen, karena dengan begitu kepentingan perempuan bisa terealisasi,” ujarnya.
Erna berharap partisipasi politik dari perempuan semakin meningkat, walaupun saat ini sudah ada peningkatan dari 18% menjadi hampir 22% yang menurutnya itu suatu kemajuan, akan tetapi masih jauh dari target yaitu 30%. “Kita berharap mungkin di Pemilu 2024 partisipasi politik perempuan dan juga keterwakilan perempuan di dalam Parlemen itu semakin meningkat,” harapnya.
Hj Khotimah Suryani, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kerjasama, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat Unisda menyampaikan harapannya terkait pembentukan Pusat Studi Wanita (PSW) ini, agar menjadi wadah yang mampu merespons berbagai isu gender, dan memobilisasi sumber daya intelektual, dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung solusi ilmiah terhadap permasalahan gender.
Hj. Siti Afiyah Dekan Fakultas Hukum dalam seminar itu menegaskan bahwa hukum melindungi semua perempuan di setiap aspek kehidupan. Sementara Hj. Siti Amiroch, menggarisbawahi peran wanita sebagai agen perubahan dalam optimalisasi SDG’s. Ia menekankan pentingnya keberadaan perempuan dalam dunia digital yang memberikan peluang besar untuk berkontribusi pada perubahan positif.
Meski demikian, peran perempuan dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan masih belum optimal. Diskriminasi dan kerentanan perempuan terhadap berbagai tindakan diskriminatif menuntut pembangunan yang mengintegrasikan perspektif gender sebagai akselerator pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Dengan digelarnya Launching dan Seminar Pusat Studi Wanita UNISDA, diharapkan kontribusi wawasan dan pengetahuan ini mendorong perempuan untuk lebih aktif berpartisipasi dalam masyarakat menuju masa depan yang lebih inklusif.
Seminar nasional kali ini menghadirkan berbagai organisasi wanita di Lamongan serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang dipimpin oleh istri Wakil Bupati, Ny. Narti Abdul Rouf.
Momen bersejarah ini tidak hanya dihadiri oleh para akademisi dan mahasiswa Unisda, namun juga melibatkan berbagai organisasi wanita di Lamongan serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang dipimpin oleh istri Wakil Bupati, Ny. Narti Abdul Rouf. Dalam rangkaian acara ini, sebanyak 1.251 peserta hadir, terdiri dari masyarakat umum dan khususnya perempuan.


